Saturday, February 9, 2019

cara menghindari Rambut Uban pada usia muda

https://www.youtube.com/watch?v=lbp3Js30boI

cara menghindari Rambut Uban pada usia muda

Rambut adalah mahkota bagi setiap orang, baik pria maupun wanita. Tentu saja, masalah pada rambut bisa merusak penampilan, salah satunya adalah uban. Meskipun cenderung terjadi pada orang yang sudah lanjut usia, tapi tak jarang orang dewasa muda bahkan remaja mengalaminya. Tahukah kamu bila kulit dan rambut memiliki zat warna? Zat tersebut disebut dengan melanin. Ada dua jenis melanin, yaitu eumelanin yang berwarna coklat gelap atau hitam dan pheomelanin yang berwarna kuning kemerahan. Keduanya dibuat oleh sel melanosit yang berada di akar rambut dan di bagian bawah lapisan kulit paling luar (epidermis). Walaupun warna rambut itu berbeda-beda, utamanya dipengaruhi oleh ras, iklim, nutrisi, lingkungan tempat tinggal, dan saat usia bertambah tua warna rambut akan berubah menjadi putih. Rambut yang memutih ini lebih dikenal dengan uban. Baca juga: Lakukan Ini Saat Menemukan Uban Pertama di Kepala Pada tahapan awal, ujung rambut akan berubah menjadi keabuan dan akhirnya memutih secara keseluruhan. Ini disebabkan karena melanosit yang berada pada akar rambut menjadi tidak aktif, menurun jumlahnya, dan lama-lama akan hilang. Cara mencegah uban di usia muda Memutihnya rambut menjadi salah satu tanda penuaan karena biasanya muncul pada usia 30 tahun ke atas. Namun, beberapa orang ada yang sudah memiliki uban di usia muda, yaitu sekitar usia 20 tahun. Kondisi ini disebut juga dengan ubanan dini. Baca juga: Semua Hal yang Pria Harus Tahu tentang Rambut Beruban Tak perlu cemas, kamu bisa mencegah uban di usia muda ini dengan kiat-kiat jitu yang mudah dilakukan, seperti berikut ini. 
1. Penuhi nutrisi untuk rambut Ilustrasi makanan sehat(thinkstock) Kekurangan nutrisi yang penting bagi rambut bisa menjadi salah satu penyebab uban muncul lebih cepat. Maka itu, para ahli sepakat bahwa untuk mencegah uban di usia muda, kita perlu mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B12, vitamin B9, tembaga, dan zink. Semua mineral dan vitamin itu bisa dengan mudah kita dapatkan dari telur, ikan, bayam, asparagus, sawi hijau, tiram, kerang, daging sapi, kacang mete, kacang hazelnut, dan almond. Baca juga: Makanan Sehat untuk Kurangi Kerontokan Rambut 
lihat video cara tracking parabola palapa c2 dan telkom4
2. Kelola stres Ilustrasi meditasi(Rawpixel Ltd) Stres bisa memengaruhi kesehatan tubuh, termasuk kehilangan rambut dan mempercepat proses berubahnya warna rambut menjadi keabuan. Ya, faktanya stres jangka panjang, yaitu sekitar dua sampai tiga tahun bisa membuat rambut lebih cepat beruban. Jadi, mengurangi stres bisa menjadi salah satu cara mencegah uban di usia muda. Kita bisa liburan, meluangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang disukai, berolahraga, dan melakukan konsultasi kepada psikolog untuk mendapatkan cara terbaik mengatasi masalah yang menjadi pemicu stres. Baca juga: Penyebab Rambut Cepat Beruban 
cara memperbaiki balon lampu yang putus
3. Berhenti merokok Ilustrasi merokok(Ingram Publishing) Merokok diketahui dapat menyebabkan penuaan dini pada tubuh, termasuk rambut. Kebiasaan merokok jangka panjang bisa menyebabkan pigmen pada rambut menghilang. Jadi, sebaiknya jauhi asap rokok dan berusaha menghilangkan kebiasaan merokok. Baca juga: Stres Bikin Rambut Cepat Beruban, Apa Betul? 

Friday, February 8, 2019

PROSES GEMPA BUMI / SEISME DAN PENGARUHNYA TERHADAP LINGKUNGAN

PROSES GEMPA BUMI / SEISME DAN

PENGARUHNYA TERHADAP LINGKUNGAN
Disusun Oleh:



KELOMPOK 3
SUNARTI
ARMIN
RISWAN
ICHWAN SETIAWAR
MUH FAJRI

Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah adalah salah satu sarana untuk mengembangkan kreativitas siswa juga pengetahuan yang dimiliki siswa. Makalah ini merupakan suatu sumbangan pikiran dari penulis untuk dapat digunakan oleh pembaca.
Makalah ini disusun berdasarkan data-data dan sumber-sumber yang telah diperoleh penulis. Penulis menyusun makalah ini dengan bahasa yang mudah ditangkap oleh pembaca sehingga makalah ini dapat dengan mudah dimengerti oleh pembaca. Pada akhirnya, penulis berharap makalah  ini dapat bermanfaat bagi pembaca dalam memahami persoalan gempa bumi beserta kejadian-kejadiannya.


                                                                        Sinjai Barat, Sabtu 09 Februari 2019


                                                                                    KELOMPOK 3



Tonton Tutorial Membuat tulisan Unik dalam 5 menit
https://www.youtube.com/watch?v=bZQGTr3KZJs


BAB I

Pendahuluan

1.1    Latar Belakang

Bumi yang kita tempati memiliki banyak rahasia alam yang tidak kita ketahui. Kita tidak pernah mengetahui kejadian-kejadian yang akan terjadi di muka bumi ini. Banyak kejadian-kejadian alam yang mendatangkan pertanyaan bagi manusia. Salah satu kejadian alam yang sudah tidak asing di telinga masyarakat yaitu gempa bumi.
Gempa bumi merupakan suatu peristiwa yang sangat sering terjadi di muka bumi ini. Salah satunya di Indonesia. Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki tingkat rawan bencana alam yang sangat tinggi. Indonesia sendiri memiliki titik-titik gempa yang tersebar diseluruh wilayah di Indonesia.
Mungkin kita merasa biasa saja dengan bencana alam tersebut di Indonesia, tapi bencana tersebut sudah sangat sering terjadi berulang-ulang di negara kita. Gempa bumi sudah menghancurkan sebagian dari wilayah Indonesia. Dan sudah banyak sekali korban-korban yang berjatuhan akibat bencana tersebut. Berarti gempa bumi sudah menjadi suatu ancaman bagi masyarakat di muka bumi ini. Dan banyak dari masyarakat tidak mengerti akan apa sebenarnya yang terjadi di muka bumi ini. Maka sangatlah perlu bagi mereka untuk tahu dan mengerti serta memahami peristiwa-peristiwa gempa bumi yang terjadi.

1.2    Tujuan

Adapun tujuan-tujuan dari penulisan makalah ini:
1)      Mengetahui pengertian dari gempa bumi (Seisme).
2)      Mengetahui penyebab dari terjadinya gempa bumi(Seisme)..
3)      Mengerti tentang proses terjadinya gempa bumi(Seisme)..
4)      Mengetahui jenis-jenis gelombang gempa bumi.
5)      Mengetahui faktor yang mempengaruhi besar kecilnya gempa bumi.
6)      Mengetahui jenis-jenis gempa dan pengertiannya berdasarkan klasifikasinya.
7)      Mengetahui aktivitas gempa bumi di Indonesia.
8)      Mengetahui dampak dari gempa bumi yang terjadi.

1.3    Rumusan Masalah

1)      Apa pengertian dari gempa bumi(Seisme).?
2)      Apa penyebab terjadinya gempa bumi(Seisme).?
3)      Bagaimana proses terjadinya gempa bumi(Seisme). ?
4)      Apa saja jenis-jenis gelombang gempa bumi(Seisme).?
5)      Apa saja faktor yang mempengaruhi besar kecilnya gempa?
6)      Bagaimana klasifikasi gempa bumi yang terjadi di muka bumi?
7)      Bagaimana aktivitas gempa bumi di Indonesia?
8)      Apa saja dampak dari gempa bumi yang terjadi?


BAB II

Pembahasan

2.1    Pengertian Gempa Bumi

Gempa Bumi atau seisme banyak diartikan sebagai getaran atau guncangan yang timbul di permukaan bumi yang terjadi karena adanya pergerakan lempeng bumi. Gempa bumi juga diartikan sebagai suatu pergeseran lapisan secara tiba-tiba yang berasa dalam bumi. Karena gempa bumi dikatakan bersumber dari dalam bumi atau lapisan bawah bumi berarti gempa bumi adalah getaran pada kulit bumi yang disebabkan oleh kekuatan dari dalam bumi. Getaran gempa biasa dinyatakan dalam skala richter. Ilmuwan yang mempelajari tentang gempa bumi disebut seismologist dan alat yang digunakan sisemologist untuk mengukur setiap getaran yang terjadi disebut siesmograf.

2.2    Penyebab Terjadinya Gempa Bumi

Gempa bumi banyak disebabkan oleh gerakan-gerakan lempeng bumi.  Bumi kita ini memiliki lempeng-lempeng yang suatu saat akan bergerak karena adanya tekanan atau energi dari dalam bumi. Lempeng-lempeng tersebut bisa bergerak menjauh (divergen), mendekat (konvergen) atau melewati (transform). Gerakan lempeng-lempeng tersebut bisa dalam waktu yang lambat maupun dalam waktu yang cepat. Energi yang tersimpan dan sulit keluar menyebabkan energi tersebut tersimpan sampai akhirnya energi itu tidak dapat tertahan lagi dan terlepas yang menyebabkan pergerakan lempeng secara cepat dalam waktu yang singkat yang menyebabkan terjadinya getaran pada kulit bumi.
Gempa bumi bukan hanya disebabkan oleh pergerakan lempeng tetapi juga disebabkan oleh cairan magma yang ada pada lapisan bawah kulit bumi. Magma dalam bumi juga melakukan pergerakan. Pergerakan tersebut yang menimbulkan penumpukan massa cairan. Cairan tersebut akan terus bergerak hingga akhirnya menimbulkan energi yang kuat yang memaksa cairan tersebut untuk keluar dari dalam kulit bumi. Energi tersebut menimbulkan kulit bumi mengalami pergerakan divergen sebagai saluran untuk cairan tersebut keluar. Pergerakan tersebut yang mengakibatkan terjadinya gempa bumi.
Gempa bumi juga dapat disebabkan oleh manusia sendiri. Seperti yang disebabkan oleh peledakan bahan peledak yang dibuat oleh manusia. Selain itu juga pembangkit listrik tenaga nuklir atau senjata nuklir yang dibuat oleh manusia juga dapat menimbulkan guncangan pada permukaan bumi sehingga terjadi gempa.

2.3    Proses Terjadinya Gempa

Dalam proses gempa bumi ada yang dikenal dengan hiposentrum dan episentrum. Hiposentrum adalah titik pusat gempa yang berada dibawah permukaan bumi sedangkan episentrum adalah titik pusat gempa yang berada di atas permukaan bumi. Pusat gempa atau hiposentrum berada pada pertamuan lempeng benua dan lempeng samudra yang saling bertumbukan dan menimbulkan gelombang getaran. Lempeng samudra Gelombang getaran tersebut merambat sampai pada episentrum dan terus merambat ke segala arah di permukaan bumi dengan cepat.

2.3.1 Macam-macam Gelombang Gempa

          1).  Gelombang Longitudinal (Gelombang Primer)
Gelombang longitudinal adalah gelombang yang pertama kali tercatat pada seismograf. Gelombang ini dirambatkan dari hiposentrum melalui lapisan litosfer dan dirambatkan secara menyebar dan cenderung cepat. Jenis gelombang longitudinal ini sifatnya sama seperti gelombang suara yang bisa merambat melalui zat padat, cair dan padat.


2).  Gelombang Transversal (Gelombang Sekunder)
Gelombang transversal muncul setelah gelombang longitudinal dan tercatat pada seismograf setelah gelombang longitudinal. Gelombang ini dirambatkan dari hiposentrum ke segala arah dalam lapisan litosfer dan kecepatannya lebih rendah dibandingkan gelombang longitudinal dan bergerak tegak lurus dengan arah rambatannya. Gelombang transversal hanya dapat merambat melalui zat padat. Jika ia merambat melalui medium cair dan gas maka gelombang ini akan hilang dan tidak tercatat lagi pada seismograf.

            3).  Gelombang Panjang (Gelombang Permukaan)
Gelombang panjang adalah gelombang yang merambat melalui episentrum dan menyebar ke segala arah di permukaan bumi. Gelombang ini melanjutkan perjalanannya di permukaan bumi dan merupakan gelombang pengiring setelah gelombang transversal. Gelombang transversal adalah gelombang yang bersifat merusak karena gelombang ini berjalan terus melalui wilayah sekitar pusat gempa bumi.

2.3.2 Faktor Yang Mempengaruhi Besar Kecilnya Gempa Bumi

Gempa bumi yang terjadi pada suatu daerah bisa merupakan gempa yang berskala besar maupun gempa yang berskala kecil. Besar kecilnya gempa itu dikarenakan beberapa faktor yaitu:
1)      Skala atau magnitude gempa. Yaitu kekuatan gempa yang terjadi yang bukan berdasarkan lokasi observasi pada suatu daerah . Magnitude gempa biasa dihitung tiap gempa terjadi dan dicatat oleh seismograf yang dinyatakan dalam satuan Skala Ricther.
2)      Durasi dan kekuatan gempa. Yaitu lamanya guncangan gempa yang terjadi pada suatau daerah dan kekuatan gempa yang terjadi dengan melihat kerusakan pada daerah tempat terjadinya gempa bumi.
3)      Jarak sumber gempa terhadap perkotaan. Jarak sumber gempa yang jauh dari perkotaan akan memungkinkan intensitas gempa semakin rendah.
4)      Kedalaman sumber gempa. Yaitu kedalaman pusat terjadinya gempa diukur dari permukaan bumi. Semakin dalam pusat gempa maka semakin rendah kekuatan gempa yang terjadi.
5)      Kualitas tanah dan bangunan. Kualitas tanah yang buruk akibat bangunan dapat  mengakibatkan serangan gempa bumi yang kuat.
6)      Lokasi perbukitan dan pantai. Pantai atau daerah perbukitan merupakan daerah rawan gempa karena perbukitan dan pantai merupakan daerah pertemuan lempeng. Sehingga dapat mempengaruhi besar kecil kekuatan gempa berdasarkan hiposentrumnya.

2.4    Klasifikasi Gempa Bumi

          1)  Berdasarkan Penyebabnya
a). Gempa Tektonik: gempa yang terjadi karena perubahan kedudukan lapisan batuan yang mengakibatkan adanya pergerakan lempeng-lempeng pada lapisan kulit bumi.
b). Gempa Vulkanik: gempa yang terjadi karena adanya aktivitas magma dalam lapisan bawah permukaan bumi.
c). Gempa Runtuhan: gempa yang terjadi karena adanya runtuhan pada terowongan bawah tanah akibat aktivitas pertambangan. Runtuhan terowongan yang besar tersebut dapat mengakibatkan getaran yang kuat.

2)  Berdasarkan Kedalaman Hiposentrum
a).  Gempa Dangkal: gempa yang memiliki kedalaman titik hiposentrumnya rendah. Titik hiposentrum ini dihitung dari permukaan laut sampai pada titik pusat gempa berada.
b). Gempa Menengah: gempa yang memiliki kedalaman titik hiposentrumnya tidak terlalu dalam dan jauh dari permukaan bumi. Berada sekitar 100-300 km di bawah permukaan laut.
c). Gempa Dalam: gempa yang memiliki kedalaman titik hiposentrumnya sangat jauh dari permukaan laut. Titik hiposentrum > 300 km di bawah permukaan air lut.
3)  Berdasarkan Jarak Episentrum
a). Gempa Setempat: gempa yang guncangannya dirasakan pada permukaan bumi namun hanya pada daerah tempat titik pusat gempa berada. Biasanya gempa semacam ini memiliki kekuatan yang sangat rendah sehingga hanya dirasakan oleh wilayah setempat saja.
b). Gempa Jauh: gempa yang guncangannya dirasakan pada permukaan bumi dan getarannya dirasakan hingga daerah yang jauh dari titik pusat gempa berada. Gempa ini dapat terjadi apabila memiliki kekuatan yang cukup besar sehingga mengakibatkan guncangan yang kuat.
c). Gempa Sangat Jauh: gempa yang guncangannya dirasakan pada permukaan bumi dan getarannya dapat dirasakan hingga daerah yang sangat jauh dari daerah asal gempa terjadi. Gempa ini memiliki kekuatan yang sangat besar sehingga menimbulkan guncangan yang dahsyat dan mencakup wilayah yang sangat luas.
4)  Berdasarkan Bentuk Episentrum
a). Gempa Sentral: gempa yang episentrumnya berupa suatu titik. Gempa yang dirasakan pada daerah setempat.
b). Gempa Linier: gempa yang episentrumnya berupa suatu garis. Gempa ini dirasakan oleh daerah-daerah yang berada disebelah daerah pusat gempa dan terus merambat hingga daerah berikutnya sehingga membentuk suatu garis.
5)  Berdasarkan Letak Episentrum
a). Gempa Laut: gempa yang episentrumnya berada di bawah dasar laut. Gempa ini terjadi karena hiposentrumnnya berada di bawah dasar laut sehingga guncangan dan getarannya berada di dasar laut. Biasanya gempa ini dapat mengakibatkan tsunami apa bila kekuatannya sangat besar.
b). Gempa Darat: gempa yang episentrumnya berada di permukaan bumi atau daratan. Gempa ini terjadi apabila hiposentrumnya berada di bawah permukaan bumi dan berada pada lempeng benua.

2.5    Aktivitas Gempa Bumi Di Indonesia

Bumi kita memiliki dua jalur pegunungan muda yaitu sirkum pasifik dan sirkum mediterania. Jalur pegunungan tersebut merupakan salah satu dari proses pembentukan batuan dan dampak dari gempa yang sering terjadi sehingga mengakibatkan tumbukan antar lempeng terus terjadi dan membentuk suatu pegunungan yang panjang. Sirkum pasifik dan sikum mediterania ini bertemu di wilayah Asia dan Indonesia merupakan salah satu negara yang berada diantara jalur tersebut. Di dunia ada 7 lempeng yang besar yaitu Pasifik, Amerika Utara, Amerika Selatan, Australia, Antartika, dan Eurasia, tempat Indonesia berada. Indonesia merupakan daerah pertemuan 3 lempeng yaitu lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik.
Lempeng Eurasia merupakan lempeng yang keadaannya stabil, sedangkan lempeng Indo-Autralia adalah lempeng yang cenderung bergerak ke utara dan lempeng Pasifik yang cenderung bergerak ke barat.  Itulah yang membuat Indonesia berada pada daerah rawan bencana gempa bumi. Wilayah-wilayah di Indonesia yang merupakan daerah rawan yaitu Sumatra terutama bagian pesisir barat,  Jawa, Sulawesi, Maluku dan Papua. Berdasarkan sejarah kekuatan sumber gempa, aktivitas gempa bumi di Indonesia dibagi menjadi 6 daerah aktivitas:
1)      Daerah sangat aktif. Magnitude lebih dari 8 SR mungkin   terjadi di daerah ini. Yaitu di Halmahera, pantai utara Irian.
2)      Daerah aktif. Magnitude 8 SR mungkin terjadi dan magnitude 7 SR sering terjadi. Yaitu di lepas pantai barat Sumatra, pantai selatan Jawa, Nusa Tenggara, Banda.
3)      Daerah lipatan dan retakan. Magnitude kurang dari 7 SR mungkin terjadi. Yaitu di pantai barat Sumatra, kepulauan Suna, Sulawesi tengah.
4)      Daerah lipatan dengan atau tanpa retakan. Magnitude kurang dari 7 SR bisa terjadi. Yaitu di Sumatra, Jawa bagian utara, Kalimatan bagian timur.
5)      Daerah gempa kecil. Magnitude kurang dari 5 SR jarang terjadi. Yaitu di daerah pantai timur Sumatra, Kalimantan tengah.
6)      Daerah stabil, tak ada catatan sejarah gempa. Yaitu daerah pantai selatan Irian, Kalimantan bagian barat.
Indonesia memiliki banyak sejarah gempa yang terjadi. Salah satu gempa yang terdahsyat yaitu di tahun 2004 pada bulan desember yang mengguncang Aceh dan sekitarnya dengan gempa yang berkekuatan 9,8 SR. Gempa ini mengakibatkan timbulnya tsunami karena hiposentrumnya yang berada pada dasar laut.
tonton cara tracking parabola telkom4 dan palapa 

Wednesday, February 6, 2019

MAKALAH KIMIA BIOMOLEKUL



MAKALAH KIMIA
BIOMOLEKUL
D
I
S
U
S
U
N
OLEH:
NAMA:NURHAYATI Y
KELAS:XII IPA
NIS:0362

SMA NEGERI 14 SINJAI BARAT
TAHUN AJARAN 2017/2018

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr.Wb.
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan Rahmat, Hidayah dan Inayah- Nya sehingga kami dapat merampungkan makalah kimia dengan judul “ BIOMOLEKUL” tepat pada waktunya.
Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadari bahwa masih ada kekurangan baik dari segi penyusunan bahasa dan aspek lainnya . Oleh karena itu, dengan lapang dada kami membuka selebar-lenarnya pintu bagi para pembaca yang ingin memberi saran maupun kritik demi memperbaiki makalah ini.




DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................. ...............................
DAFTAR ISI..............................................................................................................
BAB 1 PENDAHULUAN                                                 
A.    LATAR BELAKANG............................................................................. ........
B.     RUMUSAN MASALAH....................................................................................
C.TUJUAN PENULISAN.........................................................................................
BAB 2 PEMBAHASAN
A.PENGERTIAN BIOMOLEKUL.................................
B.LIPID........................................................................................................... ........
C.ASAM NUKLEAT.................................................................................... ........
D.ENZIM........................................................................                                          
BAB 3 PENUTUP
A.    KESIMPULAN ...................................................................................................
B.     KRITIK DAN SARAN........................................................................................


BAB 1
PENDAHULUAN
A.      LATAR BELAKANG
Karbohidrat, lipid, dan protein sangatlah dibutuhkan oleh tubuh kita, karena ketiga zat tersebut berfungsi sebagai sumber energi yang dibutuhkan tubuh. Fungsi biologis lipid adalah untuk menyimpan energi, sebagai komponen struktural membran sel, dan sebagai pensinyalan molekul. Sedangkan fungsi protein sebagai sintesis hormon  dan pembentukan enzim dan antibodi.
B.      RUMUSAN MASALAH
1.      Apa pengertian biomolekul?
2.      Bagaimana hubungan biomolekul dengan ilmu lain?
3.      Apa perbedaan unsur,senyawa,dan molekul?
4.      Apa manfaat biomolekul?
C.      TUJUAN PENULISAN
1.      Agar  dapat memahami pengertian biomolekul
2.      Agar dapat memahami hubungan biomolekul dengan ilmu lain
3.      Agar dapat memahami perbedaan unsur,senyawa,dan molekul
4.      Agar dapat memahami manfaat biomolekul


Lihat : tutorial menginstal windows tanpa format C
https://www.youtube.com/watch?v=k2mV44YWy5o&t=17s



BAB 2
PEMBAHASAN
A.      SENYAWA BIOMOLEKUL
Biomolekul adalah senyawa yang berperan sangat penting dalam tubuh makhluk hidup, diantaranya lipid, asam nukleat, dan enzim.
Beberapa molekul dalam tabel tubuh makhluk hidup

No.
Molekul
Persentase berat (%)
Dugaan jumlah jenis senyawa
1.
Air
70
1
2.
Protein
15
3000
3.
Asam nukleat
a.       DNA
b.      RNA

1
6

1
>3000
4.
polisakarida
3
5
5.
Lipid (lemak)
2
20
6.
Ion-ion anorganik
1
20

Karbohidrat, protein, lipid, asam nukleat termasuk kelompok utama dari senyawa biomolekul
Beberapa biomolekul dan fungsinya
No.
Senyawa
Fungsi dalam tubuh
1
Karbohidrat
Sumber energi primer, komponen pembentuk membran sel dan dinding sel
2
Protein
Enzim, alat transportasi, anti bodi , hormon, dan pembentuk membran sel
3
Lipid
Sumber energi sekunder, hormon, dan pembentuk membran sel
4
Asam nukleat
Faktor genetika, koenzim, pembawa energi, dan pengatur biosintesis


B.     LIPID
Lipid merupakan salah satu kelompok senyawa biomolekul yang mempunyai berbagai fungsi penting dalam tubuh kita. Lemka merupakan salah satu dari senyawa lipid. Adapun yang termasuk senyawa lipid antara lain kolesterol, steroid, terpenoid.


1.Penggolongan lipid
Lipid dikelompokkan menjadi 2 kelompok besar, yaitu lipid yang terhidrolisis dan lipid yang tidak terhidrolisis. Diagram berikut menunjukkan penggolongan lipid secara umum.


2. Struktur Lipid
a. Lipid Terhidrolisis merupakan ester dari gliserol dengan suatu asam lemak atau asam fosfat yang mengikat etanolamin atau serin. Fosfolid merupakan salah satu contoh lemak majemuk pada R₃ nya terdapat gugus fosfat. Salah satu contoh fosfolipid adalah membran sel dan kuning telur yang mengandung fosfolipid dari jenis lisitin.
b. lipid tidak terhidrolisis
1.      Steroid
Steroid merupakan senyawa turunan (derifat) lipid yang tidak terhidrolisis. Senyawa yang termasuk turunan steroid, misalnya kolesterol, orgosterol, dan estrogen. Steroid berfungsi sebagai hormon.
2.      Terpenoid
Terpenoid adalah sekelompok senyawa yang mempunyai struktur seperti struktur terpena, dan mengandung unsur-unsur lain selain unsur karbon dan hidrogen.

C.      ASAM NUKLEAT
Asam nukleat dikenal sebagai materi genetik, sebab asam nukleat merupakan penyusun utama dari asam deoksiribonukleat atau deoxyribonucleic acid (DNA) dan asam ribonukleat atau ribonucleid acid  (RNA). Kedua senyawa tersebut merupakan senyawa yang bertanggung jawab terhadap penurunan sifat suatu individu makhlik hidup kepada keturunannya.
1.      Struktur Asam Nukleat
Asam nukleat, baik DNA maupun RNA, merupakan polimer dari nukleotida. Nukleotida merupakan kopolimer yang tersusun atas gula pentosa, asam fosfat dan basa nitrogen.
a.       Gula pentosa
Gula penyusun  asam nukleat, termasuk jenis pentosa, yaitu ribosa dan doeksiribosa. Ribosa merupakan pentosa penyususn RNA sedang kan deoksiribosa merupakan penyusun DNA.
b.      Asam fosfat
Asam fosfat manghubungkan satu nukleotida dengan nukleotida dengan yang lain sehingga membentuk rantai nukleotida.
c.       Basa nitrogen
Basa nitrogen yang merupakan  penyusun asam nukleat terdiri dari dua kelompok, yaitu basa purin dan basa pirirmidin.
d.      Stuktur nukleosida dan nukleotida
Setiap nukleotida tersusun dari sebuah gula pentosa dan sebuah basa nitrogen.Dalam membentuk nukleotida  gugus OH pada atom C-5 akan terlepas degan gugus-H pada asam fosfat,sedngkan gugus –OH pada C-I  akan terlepas bersama dengan atom H pada basa nitrogen.polimerisasi yang terjadi merupakan polimerisasi kondensasi.
Antara satu nukleotida satu dengan nuklotida yang lain akan berkopolimer membentuk satu untai nukleotida,gugus OH pada C-3 akan terlepas bersama satu atom H dari asam fosfat.untai nukleotida mempunyai struktur ulir yang di kenal dengan untai heliks.

Struktur nukleotida
      Dua untai nukleotida bergabung dengan untai nukleotida yang lain membentuk rantai dobel-heliks. Ikatan dua nukleotida pada dobel heliks ini terjadi karena adanya ikatan hidrogen antara basa nitrogen yang berpasangan. Pada DNA, timin akan berpasangan dengan adenin dan sitosin dengan guanin. Pada RNA, timin akan diganti oleh urasil. Pasangan tersebut tidak dapat saling dipertukarkan karena letak ujung-ujung ikatan N-H sudah sedemikian hingga tidak mungkin dipertukarkan.

2.      Peranan dan fungsi DNA dan RNA
a.       Peranan DNA
DNA merupakan material genetik yang berfungsi membuat kode-kode genetika yang nantinya akan diterjemahkan oleh RNA dan selanjutnya RNA akan mensintesis protein yang diinginkan.  Pada proses tersebut mula-mula DNA akan memisah dan menjulur menjadi dua rantai baru dengan pasangan baru, proses ini disebut replikasi.

pengobatan lama menikah belum punya anak

doa membuka aura wajah supaya awet muda dan bercahaya

doa membuka aura wajah supaya awet muda dan bercahaya

BISNIS 2018